Humor Super Garing
Saat itu ada 3 bersaudara,mereka bernama : Sim, Helem, dan Bego.
Suatu hari sang ibu menyuruh anknya untuk belanja ke pasar.
Ibu : Sim tolongin ibu donk, km pergi ke pasar belanja!
Sim :aduh Sim lagi maen gundu nih ama temen-temen,suruh yang laen ke si Helem gitu..
Ibu : Ah kamu dasar malas. Helemm..kamu ke pasar donk belanja!
Helem :Ya ampun... ibu nggak liat apa Helem masih ngantuk, mo bobo lagi nih.. suruh si Bego napa..!
Ibu : Dasar kalian pemalas semua, ya sudah sapa yg mau ibu suruh ntar ibu kasih ceban buat jajan..!
Bego : saya bu..saya mau ke pasar...!
Lalu seketika itu jg si Bego pegi ke pasar naik motornya Helem,tapi ternyata dia memang bego beneran,ia ga ngerti aturan lalu lintas,dia ga pake helm dan nerobos saat lampu merah. Polisi langung ngejar dan nilang dia.
Polisi : selamat siang de,coba saya lihat sim anda..
Bego : Loh..Sim kan lg maen gundu di rumah..?
Polisi : Apa..? Km ini ngomong apa..truz knp km ga pk helm,kemana helm km..?
Bego : Loh..mas Helm kan lg tidur di rumah,abiz ngelayap semalam..?
Polisi : Masyaampunn...km ini ko bego amat sih...!
Bego : Looh..ko bapa bisa tau nama saya sih...?
Karena jawabannya yg simple,akhirnya Polisi tdk jadi nilang dia dan lngsng pegi meninggalkan si Bego dan si Bego pun pegi ke pasar.......
3:12 AM | 0 Comments
Jilbab
Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.
Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.
Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab. Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Apa lacur, sang guru pun menolak. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab… hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.
Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”
Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih, “Bambang! Kalo kamu cewek terserah deh… Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti?”
4:53 AM | 0 Comments
Wawan
Wawan adalah seorang anak laki-laki yang masih di Taman Kanak-kanak dan baru pindah dari kotabesar ke suatu daerah, karena ayahnya berpindah tugas.
Hari pertama sekolah diberikan tugas untuk berhitung. Rata-rata murid di kelas itu mampu untuk menghitung sampai angka 50. Tapi Wawan mampu menghitung sampai lebih dari 100, bahkan sampai 200. Dan dengan sangat gembira dia menceritakan hal itu pada ayahnya, ayahnyapun berkata "Ya nak, itu karena kamu anak kota".
Hari berikutnya di sekolah ada pelajaran mengeja huruf, sementara yang lainnya hanya mampu mengeja sampai huruf M, tapi Wawan mampu mengeja sampai selesai. Dan kembali dengan gembira dia menceritakan itu pada ayahnya.
Ayahnyapun berkata "Ya nak, itu karena kamu anak kota".
Sampai suatu hari pada saat selesai latihan berenang di sekolah, pada saat mandi teman temannya heran dan memperhatikan Wawan terus.
Setelah selesai dengan terheran-heran Wawanpun pulang dan bertanya pada ayahnya, kenapa 'burung'nya sepuluh kali lebih besar daripada teman-temannya,
"Apakah itu karena saya adalah anak kota ?".
Ayahnyapun menjawab "Bukan nak, itu karena kamu 18 tahun ... "
2:53 AM | 0 Comments
Sandal
Seorang bapak pergi dengan anaknya berjalan-jalan menghirup udara segar. Belum berapa jauh berjalan, sang bapak baru sadar bahwa sandal yang dipakainya berlainan warna. Yang kanan berwarna merah dan yang kiri berwarna biru.
Karena malas untuk kembali, ia menyuruh anaknya pulang mengambil sandal yang cocok. Sementara itu, ia menunggu di bawah pohon yang rindang. Setelah beberapa lama, sang anak kembali dengan tangan kosong.
"Kenapa kamu tidak bawa sandalnya ?" tanya sang bapak dengan gusar.
"Percuma pak. Soalnya sandal yang di rumah juga berlainan warna !"
7:46 AM | 0 Comments
Pil KB dan Tidur Nyenyak
Seorang ibu lanjut usia memasuki ruang praktek dokter. Ketika dokter bertanya maksud kedatangannya, ibu itu menjawab, "Dokter, saya ingin membeli beberapa pil KB!"
Sambil menahan tawa, dokter itu bertanya, "Ibu kan sudah lanjut usia, untuk apa ibu membeli pil KB lagi?"
"Oh, pil-pil itu dapat membuat saya tidur dengan nyenyak di malam hari."
"Masa bisa begitu?"
"Betul, dok. Setiap pagi saya mencampurkan pil itu ke dalam jus jeruk anak perempuan saya yang sudah dewasa. Dan di malam hari, saya dapat tidur dengan nyenyak."
12:39 AM | 0 Comments
Nyontek
Pada suatu hari, ayah si Tono dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena Tono melihat pekerjaan temannya, Andi (alias nyontek) pada saat ulangan.
Ayah Tono : Apa buktinya kalau anak saya nyontek?
Kepsek : Salah satu buktinya, ya ini, pada waktu ujian sejarah. Pertanyaan no. 1 : Siapa pengarang buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'? Kedua-duanya menjawab RA. KARTINI.
Ayah Tono : Lha, jawaban kan bisa saja sama karena si Tono kan juga belajar sebelum ulangan.
Kepsek : Ya, bisa saja sama. Tapi coba dong Bapak lihat Pertanyaan ke 2 : Dimana R.A. Kartini dilahirkan? Kedua-duanya menjawab, DI JEPARA.
Ayah Tono : Ah, itu sih kebetulan. Bapak tidak cukup bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah si Andi yang nyontek pekerjaan anak saya.
Kepsek : Bapak betul, bisa saja itu kebetulan. Tapi coba dong bapak lihat Pertanyaan ke 3 : Tahun berapa terjadi Perang Diponegoro?
Andi jawab : Gua enggak tahu.
Si Tono jawab : Apalagi gua.
Ayah Tono : ?????
12:33 AM | 0 Comments
Jangan Paksa Anak Anda Belajar
Tahu kan Pa… Ma..., setahun itu 365 hari.
Ada 52 hari minggu setahun dimana kita tahu ini adalah hari istirahat.
Sehingga hari yang tersisa 313 hari.
Setahun ada 13 hari libur nasional.
Berarti tinggal 300 hari.
Liburan sekolah setahun paling sedikit 30 hari
(bulan puasa kadang-kadang libur)
Maka hari yang tersisa hanya 270 hari.
Ke sekolah bisa menghabiskan waktu 1 jam pergi 1 jam pulang, ini sama dengan 30 hari setahun. Sisa hari menjadi 240 hari.
Umumnya orang perlu 8 jam untuk tidur, berarti 120 hari setahun.
Tinggal 120 hari lagi.
Anak yang baik pastilah tidak lupa beribadah. Anggaplah 1 – 1 ½ jam sehari berarti setahunnya 25 hari.
Hari yang tersisa 95 hari.
Bermain juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, sebutlah 1 jam sehari berarti 15 hari setahun.
Tinggal 80 hari lagi.
Makan, minum, jajan katakanlah 1 jam sehari sehingga menjadi 15 hari setahun.
Tersisa 65 hari.
Setiap orang pastilah perlu mandi, buang air dan ganti pakaian dan minimal menghabiskan 1 jam sehari berarti 15 hari lagi.
Masih ada 50 hari lagi.
Jangan lupa manusia butuh bersosialisasi dengan orang lain katakanlah sehari hanya bicara 1 jam sehingga perlu 15 hari lagi.
Tinggal 35 hari lagi.
Masak sih ga nonton TV sebutlah 1 jam sehari ini juga berarti 15 hari setahun.
Tinggal 20 hari.
Biasanya ujian 6 hari per semester berarti 12 hari setahun.
Tersisa 8 hari lagi.
Setiap orang pasti bisa sakit. Katakanlah 7 hari sakit setahun cukup masuk akal.
Tinggallah 1 hari lagi.
Satu hari itu HARI ULANG TAHUNKU Pa.., masak sih belajar?
9:58 PM | 0 Comments
Perawat hamil
Perselingkuhan antara seorang dokter dan perawat telah membuahkan hasil. Si perawat hamil. Karena takut ketahuan istrinya, si dokter memberinya uang dan menyuruh si perawat untuk melahirkan dan tinggal di luar kota.
Semua biaya aku tanggung, termasuk untuk membesarkan anak.”
Lalu bagaimana aku memberitahukanmu kalau anak kita sudah lahir?”
Tulis Mie di sebuah kartupos dan kirimkan ke rumahku.”
Sekian bulan kemudian istri si dokter menelpon, mengatakan ada kartupos dari daerah tapi dia tidak mengerti apa maksudnya.
Taruh aja di meja, nanti aku jelaskan.”
Ketika sampai di rumah dan membaca kartupos tersebut, si dokter mendadak pingsan kena serangan jantung. Cepat-cepat si istri membawanya ke rumah sakit. Dokter jaga, setelah memberikan pertolongan pertama, bertanya kepada si istri penyebab serangan jantung suaminya.
Si istri mengulurkan kartupos yang bertuliskan: Mie, Mie, Mie, Mie. Dua pakai bakso, yang dua lagi tidak.”
12:07 PM | 0 Comments
Sandal
Seorang bapak pergi dengan anaknya untuk berjalan-jalan menghirup udara segar,belum berapa jauh berjalan ,sang bapak sadar bahwa sandal yang dipakainya berlainan warna, yang kanan merah dan yang kiri berwarna biru. Karena malas untuk kembali, ia menyuruh anaknya untuk pulang mengambilkan sandal yang betul,dan sementara itu ia menunggu dibawah pohon yang rindang. Setelah berapa lama ,sang anak kembali dengan tangan kosong ...
" Kenapa kamu tidak bawa sandalnya .....?!!" ujar sang bapak gusar. " Percuma pa.., soalnya sandal yang dirumah juga berlainan warna......."
5:21 AM | 0 Comments
Membantu Nenek Menyebrang
Wawan : "Tadi saya dan enam orang teman membantu seorang Nenek menyeberang jalan,Ayah."
Ayah : "Oh, bagus sekali, Nak. Itu namanya anak yang baik. Tapi, mengapa sampai sebanyak itu kalian membantunya ?"
Wawan : "Soalnya, Nenek itu tidak mau menyeberang jalan."
5:16 AM | 0 Comments
Mencuri Mangga
Pada suatu malam ada seorang anak yang tertangkap basah sedang mencuri mangga tetangga. Bapak : Kamu masih kecil udah berani mencuri mangga..... dasar anak kurang ajar kamu !. Anak : Biarin aja ! Bapak : Eh kamu dibilangin udah berani ngelawan ya.....entar aku laporin sama bapak kamu baru tau rasa ! Anak : Laporin aja saya enggak takut kok !
Bapak : Oke.... jadi begitu ya.....Dimana sekarang Bapak kamu ! Anak : Itu diatas !
4:49 AM | 0 Comments




